Sabtu, 27 September 2014

Lima Kabila – (Kale’ Leme)

Lima Kabila – (Kale’ Leme)
Dolu adalah kampung adat, hal ini ditandai dengan struktur dan simbol adat yang masih berlaku hingga kini. Dalam masyarakat Adat Dolu terdiri dari belasan suku kecil lalu bersekutu dalam Lima Suku Besar sesuai struktur dan tugas masing-masing. Lima suku besar adalah simbol atau kekuatan untuk menjaga, merawat ’darasulullah’ Leu - Au’ (yang ditandai dengan menggali tanah sedalam 5 hasta untuk mengunci rahasia Leu - Au’ yang diletakkan oleh leluhur dengan simbol 5 suku besar sebagai kekuatan inti (adat) yang dibentuk pada masa riang bara’ Dolu sekitar tahun 1907-1920 (fase Pemerintahan Hindia Belanda II), hal ini dilakukan dalam bentuk pembagian kekuasaan bukan pemisahan kekusaan pada masa kerajaan yaitu masing-masing dengan tugas adalah :

1. Sekutu Kale’ Lamukang dengan tugas Kepemerintahan/adat
2. Sekutu Kale’ Landawa dengan tugas Keagamaan atau Kegaiban
3. Sekutu Kale’ Leuwerung dengan tugas Ketertiban dan Keamanan (Polisi)
4. Sekutu Kale’ Eapueng dengan tugas Pertahanan Wilayah (Tentara/TNI)
5. Sekutu Kale’ Boleng dengan tugas Pertukangan (bangunan)

Dalam kehidupan keseharian masyarakat Dolu tetap berfungsi sesuai dengan struktur dan kultur aslinya, berwatak keras sebagai identitas dan karakter diri (Dolu). Kasar jika ada pengkhianatan dari dalam maupun dari luar yang ingin menginjak harkat dan martabat serta kepribadian Dolu.

Jumat, 26 September 2014

Wanita shalehah

. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi.” (HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra.)

Rabu, 17 September 2014

DARI CINTA CIPTA RASA CITA-CITA

DARI CINTA CIPTA RASA CITA-CITA

AWAL ADALAH AKAR,, AL-WATHAN
          Hidup ini indah dengan sebap setiaap cobaan yang di lalui, Tidak Ada Kata Menyerah Selain Penyerahan DIRI ( Hidup Dan Mati Kuasa Allah ). AL-WATHAN Kami Dibesarkan dan Kami Dijadikan Sosok Kader Pejuang diAtas Amanah Warisan Pendahulu, yang Cinta Akan Bangsa Dan Daerah ( Dolulolong Namanya ). Tujuan Kami Agar Terbina Insan Yang Sungguh-sungguh Menuntut ILMU Dan Cinta Akan Leu Auq Yang Bernafaskan ISLAM Dan Bertanggungjawab Atas Terwujudnya Masyarakat Adil, Makmur Yang Diridohi Allah Swt. Dari Pernyataan, Yakin Usaha Sampai Kenyataan.
         Hari ini adalah hari kebersamaan di Tanah Air Perjuangan, bukan Hadiah yang diperoleh
Keadilan Sosial harus di Tega'kan, bukan individual Dasarnya Panca sila.

Dari lembaran ini kami mencetus pengalaman realita yang mendasar, Tapi Rasa sulit Akal ini unutuk mengakali,karna setiap Potensi Akal yang berproses berbeda-beda (pahaman).

Diposkan.......Oleh DANI

STRUKTUR PENGURUS

STRUKTUR KEPENGURUSAN SC.AL-WATHAN
PERIODE 2014-2016


Ketua Umum
Yusuf Arsul PK S.Pdi

SekJen
Abd.Syukur bp

Bendahara
Rufita Ibrahim

Kordinator Kabid.PPA              : Kamaluddin Fathaudiin

Kordinator Kabid PPD              : Ibrahim Langobelen

Kordinator Kabid HUMAS       : Arsad Awa Pk

Kordinator Kabid INFOKOM  : Iskandar Muda Bw

Kordinator Kabid ADVOKASI : Jaka Burhanuddin Lmk

Senin, 15 September 2014

Ilmu

“Demi ilmu aku merantau dan demi orang tua aku kembali”, Itulah cerpen singkat saya, semangat terus teman-teman  perantau diKota Daeng/Makassar, jangan pernah kuatir dan mengeluh bahwa tidak ada uang, makan-minum tidak selera dengan selera yang kita mau, tapi belajarlah bersabar. Merantaulah demi ilmu dan kembalilah demi orang tuamu, kalau kita sudah mendapatkan gelar sarjana. Dan tunjukkan pada daerah qT bahwa kita bisa membangun daerah kita masing-masing.......................................................................................................................................................................................................................................................................................... jangan pernah menyerah sebelum mencoba... By : Abdul Syukur kotaRaja

kr

AbduL Syukur KhotaRaja

Sc.Al-Wathan

AbduL Syukur KhotaRaja

Rabu, 10 September 2014

Generasi dn Masadepan Bangsa


            Generasi adalah tulang punggung suatu bangsa.oleh karena itu dituntut selalu lebih progresif dalam segala bentuk kegiatan pembangunan,baik pembangunan SDM maupun pembangunan infrastruktur. Menjadi daerah yang besar dan maju adalah merupakan cita –cita kita bersama. Cita-cita untuk menjadikan daerah kita tanah Lembata (Lomblen) terkhususnya desa Dolulolong yang mandiri secara lokal dan dinamis dalam peradaban sosial adalah citra perjuangan. Cita – cita yang luhur dan mulia dari segenap rakyat Lembata dari “Suba sampai Leur”, kita semua menginginkan masa depan Lembata yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Sejarah bangsa telah mengajarkan kita semua, bahwa kita telah berhasil melewati sejumlah cobaan, tantangan, dan hambatan yang di alami oleh bangsa ini. Toh, kita tetap tegak berdiri, melangkah dengan pasti, dan berhasil melewati proses sejarah yang panjang dengan selamat. Demikian juga dengan desa yang kita cintai ini (Dolulolong), dengan berbagai tantangan, mari kita bahu membahu, bergandengan tangan melangkah maju, dengan semangat menghadapi cobaan maupun tantangang yang tengah menggerogoti kita, yang telah banyak menyita waktu dan energi kita dihari – hari kemarin.
         Gelombang demokrasi dengan berbagai efek secara tidak langsung mempengaruhi eksistensi kelembagaan,mencermati fenomena kekinian dimana panggung konstentant menjadi lahan pertarungan elemen bangsa pada tingkat pusat maupun local.
          Implikasinya adalah mungkin memudarnya solidaritas sosial dan sebaliknya mempertegas ikatan primordial yang kaku,olehnya itu secara kelembagaan pencitraan positif bagi Study Club Al-Wathan merupakan sebuah keharusan yang tidak sengaja mewarnai dimensi structural kelembagaan,tetapi yang terpenting adalah penguatan nilai-nilai Intelektual organisasi sebagai pengejewantahan”Mission Secre”Al-Wathan.perjalanan Study Club Al-wathan secara umum kurang lebih 21 tahun,tentunya sangatlah melelahkan.berbagai kendala dan rintangan senantiasa dihadapi,disamping adanya masalah yang terjadi namun usaha koordinasi baik antara anggota aktif dan non aktif menjadi salah satu syarat sehingga masih tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik demi menjaga nama besar Study Club Al-wathan Dolulolong Lembata NTT-Makassar yang masih eksis sampai hari ini.
          Sudah lebih dari satu dasawarsa, Lembata berotonomi (1999 – 2013), memekarkan diri, kita terus dan selalu di dera oleh berbagai masalah hingga kini, bahkan krisis kepercayaan kepada pemerintah hampir berada di titik nadir, yang mengguncang fondasi dan tatanan kita sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya dan adat. Gejolak – gejolak yang terus memililit kita telah menjatuhkan rasa percaya diri dan wibawa kita sebagai sebuah daerah yang terhormat dan bermartabat, kita harus semangat dan bangkit kembali dengan semangat baru yang menggelora dengan kepemimpinan baru sekarang. Kita harus mampu menunjukan kepada semua, bahwa kita mampu membangun diri kita kembali bahkan lebih baik dari hari kemarin, agar wibawa dan kehormatan kita sebagai sebuah daerah dan desa yang bermartabat, di akui dan dihormati oleh semua pihak baik di tingkat lokal dan regional serta nasional. Membentuk kualitas manusia dengan menetapkan manusia sebagai subjek (pelaku) dan sekaligus pengendali “perubahan” dengan memanfaatkan teknologi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).Pembangunan adalah sebuah kehendak, cita – cita dan gagasan besar, memiliki keberanian berubah serta meletakan hati nurani sebagai dasar, dari sana kita menggagas perubahan menuju kemandirian lokal dan peradaban sosial yang dinamis.
         sebagai anak bangsa yang dipundaknya terdapat beban masa depan suatu bangsa, daerah dan agama bergantung di tuntut untuk mematangkan dirinya yaitu : kematangan berfikir dan kecerdasan dalam bertindak (potensi), dengan kekuatan potensi tersebut dapat menjabarkan perencanaan masa depan dalam sebuah agenda perjuangan strategis (plening), untuk mencapai perubahan masa depan tentunya tidak semudah yang kita bayangkan, akan tetapi perlu adanya spirit dalam memenej dan mengorganisir setiap ikhtiar yang akan atau telah dilakukan (organising) sehingga dapat memaksimalkan pencapaian  perubahan, kesemuaan ikhtiar tersebut diarahkan untuk merealisasikan setiap agenda perjuangan dalam sebuah tindakan nyata (aktuating), setiap tindakan yang belum atau sudah diwujud nyatakan maka perlu adanya sebuah tindakan mengawal dan mengontrol atas setiap agenda baik yang belum, sedang dan sudah direalisasikan (Controling), untuk mengukur dan mengetahui atas segala daya upaya yang telah di derma baktikan dan menakar agenda perubahan yang telah diperjuangkan maka harus adanya tindakan meninjau kembali atas perubahan yang telah terjadi (Evaluating) sehingga dapat mempersepsikan segala hambatan dan halangan yang merintangi sebuah perubahan, agar cita –cita ideal tercipta sempurna.
         Pembangunan adalah sebuah kehendak, cita – cita dan gagasan besar, memiliki keberanian berubah serta meletakan hati nurani sebagai dasar, dari sana kita menggagas perubahan menuju kemandirian lokal dan peradaban sosial yang dinamis untuk kemakmuran – membentuk kualitas manusia dengan menetapkan manusia sebagai subjek (pelaku) dan sekaligus pengendali “perubahan” dengan memanfaatkan teknologi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).
         Berangkat dari pemikiran dan realitas di atas maka Al-wathan yang eksistensinya merupakan ikatan kultur dan ikatan darah yang bersifat juang dan pengkaderan berkomitmen mengaktualkan potensinya dalam bingkai organisasi  sebagai bukti real dalam menunjang cita – cita lokal yang terdesain dalam agenda strategis yaitu Lokal Genius (Kearifan Lokal). Sebagai wujud manifestasi atas segala potensi yang lahir dari panggilan nurani kecintaan terhadap daerah dan tanah air (Leu Au’) dengan mensinergiskan antara garis perjuangan dan Visi perubahan maka Study Club Al-wathan rencana mengadakan kegiatan Transformasi Intelektual II Lintas Makassar – Lembata sebagai bentuk pengejewantahan rasa tanggung jawab dan kepemilikan sebagai putra/putri daerah dalam mengabdikan diri untuk kemajuan daerah, agama, bangsa dan negara.

Billahitaufiq walhidyah 
Wassalamualaikum Wr.Wb