Generasi adalah tulang punggung suatu bangsa.oleh
karena itu dituntut selalu lebih progresif dalam segala bentuk kegiatan
pembangunan,baik pembangunan SDM maupun pembangunan infrastruktur. Menjadi daerah yang besar dan maju adalah
merupakan cita –cita kita bersama. Cita-cita untuk menjadikan daerah kita tanah
Lembata (Lomblen) terkhususnya desa Dolulolong yang mandiri secara lokal dan dinamis dalam
peradaban sosial adalah citra perjuangan. Cita – cita yang luhur dan mulia dari
segenap rakyat Lembata dari “Suba sampai Leur”, kita semua menginginkan masa
depan Lembata yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Sejarah bangsa
telah mengajarkan kita semua, bahwa kita telah berhasil melewati sejumlah
cobaan, tantangan, dan hambatan yang di alami oleh bangsa ini. Toh, kita tetap
tegak berdiri, melangkah dengan pasti, dan berhasil melewati proses sejarah yang
panjang dengan selamat. Demikian juga dengan desa yang kita cintai ini (Dolulolong), dengan berbagai tantangan, mari kita bahu
membahu, bergandengan tangan melangkah maju, dengan semangat menghadapi cobaan
maupun tantangang yang tengah menggerogoti kita, yang telah banyak menyita
waktu dan energi kita dihari – hari kemarin.
Gelombang demokrasi dengan berbagai efek
secara tidak langsung mempengaruhi eksistensi kelembagaan,mencermati fenomena
kekinian dimana panggung konstentant menjadi lahan pertarungan elemen bangsa
pada tingkat pusat maupun local.
Implikasinya
adalah mungkin memudarnya solidaritas sosial dan sebaliknya mempertegas ikatan
primordial yang kaku,olehnya itu secara kelembagaan pencitraan positif bagi
Study Club Al-Wathan merupakan sebuah keharusan yang tidak sengaja mewarnai
dimensi structural kelembagaan,tetapi yang terpenting adalah penguatan
nilai-nilai Intelektual organisasi sebagai pengejewantahan”Mission
Secre”Al-Wathan.perjalanan Study Club Al-wathan secara umum kurang lebih 21
tahun,tentunya sangatlah melelahkan.berbagai kendala dan rintangan senantiasa
dihadapi,disamping adanya masalah yang terjadi namun usaha koordinasi baik
antara anggota aktif dan non aktif menjadi salah satu syarat sehingga masih
tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik demi
menjaga nama besar Study Club Al-wathan Dolulolong Lembata NTT-Makassar yang
masih eksis sampai hari ini.
Sudah lebih dari satu dasawarsa, Lembata berotonomi (1999 – 2013), memekarkan diri, kita terus dan selalu di
dera oleh berbagai masalah hingga kini, bahkan krisis kepercayaan kepada
pemerintah hampir berada di titik nadir, yang mengguncang fondasi dan tatanan
kita sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya dan adat. Gejolak – gejolak yang
terus memililit kita telah menjatuhkan rasa percaya diri dan wibawa kita
sebagai sebuah daerah yang terhormat dan bermartabat, kita harus semangat dan
bangkit kembali dengan semangat baru yang menggelora dengan kepemimpinan baru
sekarang. Kita harus mampu menunjukan kepada semua, bahwa kita mampu membangun
diri kita kembali bahkan lebih baik dari hari kemarin, agar wibawa dan
kehormatan kita sebagai sebuah daerah dan desa yang bermartabat, di akui dan dihormati oleh
semua pihak baik di tingkat lokal dan regional serta nasional. Membentuk kualitas manusia dengan menetapkan manusia sebagai subjek
(pelaku) dan sekaligus pengendali “perubahan” dengan memanfaatkan teknologi,
Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).Pembangunan adalah sebuah
kehendak, cita – cita dan gagasan besar, memiliki keberanian berubah serta
meletakan hati nurani sebagai dasar, dari sana kita menggagas perubahan menuju
kemandirian lokal dan peradaban sosial yang dinamis.
sebagai anak bangsa yang dipundaknya terdapat
beban masa depan suatu bangsa, daerah dan agama bergantung di tuntut untuk
mematangkan dirinya yaitu : kematangan berfikir dan kecerdasan dalam bertindak
(potensi), dengan kekuatan potensi tersebut dapat menjabarkan perencanaan masa
depan dalam sebuah agenda perjuangan strategis (plening), untuk mencapai
perubahan masa depan tentunya tidak semudah yang kita bayangkan, akan tetapi
perlu adanya spirit dalam memenej dan mengorganisir setiap ikhtiar yang akan
atau telah dilakukan (organising) sehingga dapat memaksimalkan pencapaian perubahan, kesemuaan ikhtiar tersebut
diarahkan untuk merealisasikan setiap agenda perjuangan dalam sebuah tindakan
nyata (aktuating), setiap tindakan yang belum atau sudah diwujud nyatakan maka
perlu adanya sebuah tindakan mengawal dan mengontrol atas setiap agenda baik
yang belum, sedang dan sudah direalisasikan (Controling), untuk mengukur dan
mengetahui atas segala daya upaya yang telah di derma baktikan dan menakar
agenda perubahan yang telah diperjuangkan maka harus adanya tindakan meninjau
kembali atas perubahan yang telah terjadi (Evaluating) sehingga dapat
mempersepsikan segala hambatan dan halangan yang merintangi sebuah perubahan,
agar cita –cita ideal tercipta sempurna.
Pembangunan
adalah sebuah kehendak, cita – cita dan gagasan besar, memiliki keberanian
berubah serta meletakan hati nurani sebagai dasar, dari sana kita menggagas
perubahan menuju kemandirian lokal dan peradaban sosial yang dinamis untuk
kemakmuran – membentuk kualitas manusia dengan menetapkan manusia sebagai
subjek (pelaku) dan sekaligus pengendali “perubahan” dengan memanfaatkan
teknologi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Berangkat
dari pemikiran dan realitas di atas maka Al-wathan yang eksistensinya merupakan
ikatan kultur dan ikatan darah yang bersifat juang dan pengkaderan berkomitmen
mengaktualkan potensinya dalam bingkai organisasi sebagai bukti real dalam menunjang cita – cita
lokal yang terdesain dalam agenda strategis yaitu Lokal Genius (Kearifan
Lokal). Sebagai wujud manifestasi atas segala potensi yang lahir dari panggilan
nurani kecintaan terhadap daerah dan tanah air (Leu Au’) dengan mensinergiskan
antara garis perjuangan dan Visi perubahan maka Study Club Al-wathan rencana mengadakan
kegiatan Transformasi Intelektual II
Lintas Makassar – Lembata sebagai bentuk pengejewantahan rasa tanggung jawab
dan kepemilikan sebagai putra/putri daerah dalam mengabdikan diri untuk
kemajuan daerah, agama, bangsa dan negara.
Billahitaufiq
walhidyah
Wassalamualaikum Wr.Wb