Rabu, 10 September 2014

Generasi dn Masadepan Bangsa


            Generasi adalah tulang punggung suatu bangsa.oleh karena itu dituntut selalu lebih progresif dalam segala bentuk kegiatan pembangunan,baik pembangunan SDM maupun pembangunan infrastruktur. Menjadi daerah yang besar dan maju adalah merupakan cita –cita kita bersama. Cita-cita untuk menjadikan daerah kita tanah Lembata (Lomblen) terkhususnya desa Dolulolong yang mandiri secara lokal dan dinamis dalam peradaban sosial adalah citra perjuangan. Cita – cita yang luhur dan mulia dari segenap rakyat Lembata dari “Suba sampai Leur”, kita semua menginginkan masa depan Lembata yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Sejarah bangsa telah mengajarkan kita semua, bahwa kita telah berhasil melewati sejumlah cobaan, tantangan, dan hambatan yang di alami oleh bangsa ini. Toh, kita tetap tegak berdiri, melangkah dengan pasti, dan berhasil melewati proses sejarah yang panjang dengan selamat. Demikian juga dengan desa yang kita cintai ini (Dolulolong), dengan berbagai tantangan, mari kita bahu membahu, bergandengan tangan melangkah maju, dengan semangat menghadapi cobaan maupun tantangang yang tengah menggerogoti kita, yang telah banyak menyita waktu dan energi kita dihari – hari kemarin.
         Gelombang demokrasi dengan berbagai efek secara tidak langsung mempengaruhi eksistensi kelembagaan,mencermati fenomena kekinian dimana panggung konstentant menjadi lahan pertarungan elemen bangsa pada tingkat pusat maupun local.
          Implikasinya adalah mungkin memudarnya solidaritas sosial dan sebaliknya mempertegas ikatan primordial yang kaku,olehnya itu secara kelembagaan pencitraan positif bagi Study Club Al-Wathan merupakan sebuah keharusan yang tidak sengaja mewarnai dimensi structural kelembagaan,tetapi yang terpenting adalah penguatan nilai-nilai Intelektual organisasi sebagai pengejewantahan”Mission Secre”Al-Wathan.perjalanan Study Club Al-wathan secara umum kurang lebih 21 tahun,tentunya sangatlah melelahkan.berbagai kendala dan rintangan senantiasa dihadapi,disamping adanya masalah yang terjadi namun usaha koordinasi baik antara anggota aktif dan non aktif menjadi salah satu syarat sehingga masih tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik demi menjaga nama besar Study Club Al-wathan Dolulolong Lembata NTT-Makassar yang masih eksis sampai hari ini.
          Sudah lebih dari satu dasawarsa, Lembata berotonomi (1999 – 2013), memekarkan diri, kita terus dan selalu di dera oleh berbagai masalah hingga kini, bahkan krisis kepercayaan kepada pemerintah hampir berada di titik nadir, yang mengguncang fondasi dan tatanan kita sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya dan adat. Gejolak – gejolak yang terus memililit kita telah menjatuhkan rasa percaya diri dan wibawa kita sebagai sebuah daerah yang terhormat dan bermartabat, kita harus semangat dan bangkit kembali dengan semangat baru yang menggelora dengan kepemimpinan baru sekarang. Kita harus mampu menunjukan kepada semua, bahwa kita mampu membangun diri kita kembali bahkan lebih baik dari hari kemarin, agar wibawa dan kehormatan kita sebagai sebuah daerah dan desa yang bermartabat, di akui dan dihormati oleh semua pihak baik di tingkat lokal dan regional serta nasional. Membentuk kualitas manusia dengan menetapkan manusia sebagai subjek (pelaku) dan sekaligus pengendali “perubahan” dengan memanfaatkan teknologi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).Pembangunan adalah sebuah kehendak, cita – cita dan gagasan besar, memiliki keberanian berubah serta meletakan hati nurani sebagai dasar, dari sana kita menggagas perubahan menuju kemandirian lokal dan peradaban sosial yang dinamis.
         sebagai anak bangsa yang dipundaknya terdapat beban masa depan suatu bangsa, daerah dan agama bergantung di tuntut untuk mematangkan dirinya yaitu : kematangan berfikir dan kecerdasan dalam bertindak (potensi), dengan kekuatan potensi tersebut dapat menjabarkan perencanaan masa depan dalam sebuah agenda perjuangan strategis (plening), untuk mencapai perubahan masa depan tentunya tidak semudah yang kita bayangkan, akan tetapi perlu adanya spirit dalam memenej dan mengorganisir setiap ikhtiar yang akan atau telah dilakukan (organising) sehingga dapat memaksimalkan pencapaian  perubahan, kesemuaan ikhtiar tersebut diarahkan untuk merealisasikan setiap agenda perjuangan dalam sebuah tindakan nyata (aktuating), setiap tindakan yang belum atau sudah diwujud nyatakan maka perlu adanya sebuah tindakan mengawal dan mengontrol atas setiap agenda baik yang belum, sedang dan sudah direalisasikan (Controling), untuk mengukur dan mengetahui atas segala daya upaya yang telah di derma baktikan dan menakar agenda perubahan yang telah diperjuangkan maka harus adanya tindakan meninjau kembali atas perubahan yang telah terjadi (Evaluating) sehingga dapat mempersepsikan segala hambatan dan halangan yang merintangi sebuah perubahan, agar cita –cita ideal tercipta sempurna.
         Pembangunan adalah sebuah kehendak, cita – cita dan gagasan besar, memiliki keberanian berubah serta meletakan hati nurani sebagai dasar, dari sana kita menggagas perubahan menuju kemandirian lokal dan peradaban sosial yang dinamis untuk kemakmuran – membentuk kualitas manusia dengan menetapkan manusia sebagai subjek (pelaku) dan sekaligus pengendali “perubahan” dengan memanfaatkan teknologi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).
         Berangkat dari pemikiran dan realitas di atas maka Al-wathan yang eksistensinya merupakan ikatan kultur dan ikatan darah yang bersifat juang dan pengkaderan berkomitmen mengaktualkan potensinya dalam bingkai organisasi  sebagai bukti real dalam menunjang cita – cita lokal yang terdesain dalam agenda strategis yaitu Lokal Genius (Kearifan Lokal). Sebagai wujud manifestasi atas segala potensi yang lahir dari panggilan nurani kecintaan terhadap daerah dan tanah air (Leu Au’) dengan mensinergiskan antara garis perjuangan dan Visi perubahan maka Study Club Al-wathan rencana mengadakan kegiatan Transformasi Intelektual II Lintas Makassar – Lembata sebagai bentuk pengejewantahan rasa tanggung jawab dan kepemilikan sebagai putra/putri daerah dalam mengabdikan diri untuk kemajuan daerah, agama, bangsa dan negara.

Billahitaufiq walhidyah 
Wassalamualaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.//khotaRaja